GridStar.ID-Wabah virus corona atau yang juga dikenal dengan covid-19 saat ini menjadi momok paling mengerikan bagi umat manusia.
Virus yang digadang-gadang berasal dari Kota Wuhan, China ini hingga detik ini telah berhasil menginfeksi hampir ke seluruh negara di muka bumi.
Tak hanya itu, wabah corona juga seakan-akan meluluh-lantakkan dunia di berbagai sektor, khususnya sektor ekonomi.
Bahkan negara Adikuasa, Amerika Serikat pun harus menghadapi krisis ekonomi dikarenakan wabah ini.
Dikutip dari Tribunnews.com, Rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan di hari ini.
Selasa (16/06), rupiah spot ditutup di level Rp 14.090 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan posisi ini, mata uang Garuda berhasil menguat 0,18% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 14.115 per dolar AS.
Pergerakan rupiah pun sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan.
Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan tetap menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi setelah menguat 0,76% terhadap the greenback.
Berikutnya ada peso Filipina yang berhasil naik 0,59%. Disusul oleh yuan China dan dolar Taiwan yang berhasil naik masing-masing 0,11% dan 0,08%.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,05% dan dolar Hong Kong uang naik 0,003%.
Sementara itu, rupee India berbalik melemah, dan kini menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah turun 0,34% terhadap dolar AS.
Kemudian ada baht Thailand dan dolar Singapura yang turun, masing-masing 0,33% dan 0,05%. Selanjutnya ada yen Jepang yang bergerak stabil. (*)