"Jika saya pulang, saya tidak punya makanan di rumah. LSM biasanya memberikan makanan sehari-hari. Saya bahkan bersepeda ke semua tempat yang biasanya menjadi lokasi pengiriman makanan, tetapi mereka telah berhenti melakukannya. Saya sangat lapar sekarang," tegas RA.
Rupanya keputusan untuk melakukan lockdown di suatu wilayah bukanlah cara yang tepat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dikutip dari Kompas.com pakar darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (23/03) mengatakan, negara-negara di seluruh dunia tidak bisa begitu saja menerapkan lockdown untuk menghalangi virus corona.
Pejabat WHO, Mike Ryan mengungkapkan ada bahaya yang didapatkan jika lockdown dilakukan.
"Bahayanya lockdown adalah, jika kita tidak menerapkan langkah kesehatan masyarakat yang kuat, ketika aturan pembatasan gerak dan lockdown dihentikan, maka bahaya penyakit akan muncul lagi," imbuh dia.
Mike Ryan menyampaikan cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengisolasi yang telah positif corona.
"Yang harus kita fokuskan adalah menemukan pasien Covid-19, mereka yang memiliki virus dan mengisolasi mereka. Kemudian menemukan orang yang telah kontak dengan mereka (pasien positif Covid-19) dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan.
Lebih lanjut, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyarankan untuk menghindari interaksi sosial atau social distancing untuk meringankan tugas tenaga medis dan mengurangi penularan yang mungkin terjadi. (*)