Follow Us

Bikin Gempar Dunia, Ahli Virus Ungkap Penemuan Covid-19 di Spanyol Sejak Maret 2019, Jadi Sumber Penularan Pertama?

Rahma - Senin, 29 Juni 2020 | 11:30
Bikin Gempar Dunia, Ahli Virus Ungkap Penemuan Covid-19 di Spanyol Sejak Maret 2019, Jadi Sumber Penularan Pertama?
E+

Bikin Gempar Dunia, Ahli Virus Ungkap Penemuan Covid-19 di Spanyol Sejak Maret 2019, Jadi Sumber Penularan Pertama?

Baca Juga: Berani Kritik Partai Komunis China hingga Bongkar Awal Mula Virus Corona di Wuhan, Nasib Wartawan Wanita Ini Berakhir Tragis, Ditangkap Pihak Kepolisian Sampai Dipaksa Menghilang!

Menurutnya, masih ada peluang positif palsu melihat kesamaan corona dengan virus infeksi pernapasan lainnya.

"Tapi itu pasti menarik, sugestif," kata Villabi.

Menurut Bosch Kepala Perhimpunan Ahli Virologi Spanyol menjelaskan, deteksi dini bahkan pada Januari dapat meningkatkan respons terhadap pandemi virus corona.

Baca Juga: Bak Angin Segar Tanda Berakhirnya Pandemi Corona, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta Kian Terkendali dan Siap Masuki Masa Transisi, Anies Baswedan: Hikmah Datang Esok...

Sebaliknya, pasien yang saat itu didiagnosa menderita flu biasa bisa jadi menjadi penular selanjutnya.

Penemuan ini pun lantas menggemparkan dunia.

Gertjan Medema dari KWR Water Research Institute di Belanda, yang timnya mulai menggunakan uji coronavirus pada air limbah pada Februari, menyarankan kelompok Barcelona perlu mengulangi tes untuk memastikan itu benar-benar virus SARS-CoV-2.

Jika temuan itu benar, maka kemunculan virus corona di Spanyol lebih lama daripada temuan di Italia dan Perancis.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Nekat Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi, Kebahagiaan Berujung Duka Setelah Pengantin Pria Meninggal Karena Covid-19 dan Puluhan Tamu Positif Corona

Pada Mei 2020 lalu, hasil analisa CT Scan di Rumah Sakit Albert Schweitzer, Perancis menunjukkan bahwa virus corona disebut telah ada sejak 16 November 2019 atau 10 pekan sebelum kasus pertama di Perancis.

Pihak rumah sakit melakukan studi restrospektif hasil pemindaian dada pada sekitar 2.500 pasien yang melakukan CT Scan periode 1 November 2019 hingga 30 April 2020.

Source : Reuters, kompas

Editor : Grid Star

Baca Lainnya

Latest