Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Gunakan Bahan Tak Biasa dalam Karyanya, Desainer Arnold Putra Dikecam Karena Pakai Tulang Punggung Anak Manusia

Hinggar - Kamis, 16 April 2020 | 09:30
Tas yang menggunakan bahan dari kulit buaya dan tulang punggung manusia
instagram

Tas yang menggunakan bahan dari kulit buaya dan tulang punggung manusia

Selain itu, buaya pun tidak masuk dalam kategori hewan yang terancam punah di AS.

"Butuh sedikit percobaan untuk membuat bahan dari lidah agar rata dan cukup kenyal," kata dia.

Menyusul keributan media sosial atas tas itu, Arnold Putra mengunggah konten lewat fitur Instagram Story yang menyebut -entah serius atau bercanda- koleksinya berasal dari sisa-sisa manusia yang telah diplastinasi.

Baca Juga: Kapan Pandemi Virus Corona Akan Berakhir? Peneliti Ungkap 3 Cara yang Bisa Wujudkannya, Salah Satunya Perilaku Masyarakat yang Harus Diubah

Legalitas pembelian dan penjualan tulang manusia bervariasi di seluruh dunia.

Perdagangan itu legal di banyak negara bagian AS, menurut laman National Geographic.

Praktik ini juga legal di Kanada -pada tahun 2017 jaringan Global News TV memprofilkan SkullStore, toko yang menjual sisa-sisa tubuh manusia.

Situs web toko itu mengiklankan kepala anak yang menyusut, yang dijual dengan harga di bawah 100.000 dollar Kanada.

Baca Juga: Bak Buah Simalakama, Kepergok Menghadiri Resepsi Pernikahan Kapolsek Kembangan, Wakapolri Gatot Eddy Pramono Harus Telan Pil Pahit Dilaporkan karena Langgar Perintah Jokowi

Pemilik toko, Ben Lovatt, mengatakan kepada Insider, pegangan tas berbentuk tulang belakang tersebut memang tampaknya merupakan spesimen medis atau bagian pengajaran yang sudah tak dipakai.

Dia menambahkan, ada sejarah panjang perdagangan tulang untuk pengajaran, juga untuk tujuan budaya, dan pribadi.

Source :Kompas.com

Editor : Grid Star

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular

x