Tetapi pernyataan dari keluarga tersebut seakan berbanding terbalik dengan pengakuan Hana sendiri kepada pihak kepolisian.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyampaikan Hana sudah satu tahun terjun di dunia prostitusi.
"Jadi pertama kali pada saat wawancara langsung dengan yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan bahwa di Medan baru sekali, tapi dia lakukan kegiatan ini pengakuannya sudah satu tahun," ungkap Riko di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/07).
Polisi juga menemukan kolega Hana berada di beberapa kota besar seperti Surabaya hingga Jawa Barat.
"Kita juga mendalami bukti chat saksi H dengan koleganya yang ada di beberapa kota.
Ada beberapa chat yang bersangkutan dengan koleganya ada yang di Jawa Timur, Surabaya, kemudian di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan lain-lain. Ini akan kita dalami," tegas Riko.
Dalam pemeriksaan diketahui pula alasan Hana terjun di dunia prostitusi.
"Alasannya itu karena menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," sebutnya. Terkait dengan penangkapannya, Hana menyampaikan permintaan maafnya di depan publik.
"Saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga Kota Medan. Dan saya berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolres, dan Satreskrim Polrestabes Medan yang sudah menjaga saya di kota Medan.