Di satu pihak, banyak ojol yang menganggap perilaku pria itu bisa dipahami, di tengah kesulitan mencari order saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di hampir semua kota.
Meski begitu, banyak juga ojol yang keberatan dengan perilaku pria itu.
Sebab, tindakan itu tak ubahnya dengan perilaku menipu dan merusak citra ojol yang dikenal dengan kerja kerasnya.
Bahkan, beberapa ojol membeberkan perilaku tak menyenangkan saat ia benar-benar kehabisan bensin.
"Pas saya benar-benar kehabisan bensin di daerah Gajah Mada, tiba-tiba ada mobil mendekat dan membuka kacanya dan bilang, 'mau cari rezeki ya bang, cari perhatian'.Nyelekit banget."
Tuh, kan jangan sampai ulah satu oknum merusak semua pengendara ojol. (*)