Sebelum Terlambat, Jangan Lagi Makan Mie Ayam dengan 2 Pelengkap Ini Kalau Masih Sayang Nyawa!

Sabtu, 19 Juni 2021 | 08:30
Kompas

Mie ayam

GridStar.ID - Mie ayam menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia.

Sering kali mie ayam ditawarkan sebagai menu makan siang atau makan malam.

Pasti disambut gembira keluarga karena rasanya yang jadi favorit.

Baca Juga: Sebelum Terlambat, Cara Mudah Menghilangkan Uban dengan Bawang Merah, Bonus Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Nah, kalau makan mi ayam, topping apa yang sering Anda tambahkan ke atas mi ayam?

Pasti tiap orang punya topping favorit yang berbeda.

Namun tahukah kamu kalau makan mi ayam dengan 2 tambahan ini justru berbahaya?

Apakah Anda sering melakukannya?

Baca Juga: Tak Perlu Pakai Bahan Kimia, Cegah Uban Tumbuh Bisa dengan Bahan Alami yang Mudah Didapatkan Satu Ini

1. Saus Sambal Tak Bermerek

Pernahkah Anda melihat orang yang makan mi ayam dengan banyak sekali saus sambal?

Saking banyaknya, warna minya sampai berubah jadi merah merona.

Ya, saus sambal memang jadi favorit lantaran memberikan tambahan rasa asam, gurih dan sedikit pedas pada mi ayam .

Namun sayang, banyak pedagang bakso yang menggunakan saus sambal curah yang tak jelas bahan bakunya.

Baca Juga: Mulai Sekarang Tak Perlu Khawatir Muncul Uban di Usia Muda, Cukup Oleskan Minyak Kembang Sepatu Seminggu Sekali Dijamin Hal Itu Tak akan Terjadi Lagi pada Rambut Anda

Saus sambal jangan taruh di kulkas berbahaya bisa sebabkan kanker

Saus sambal ini tentu saja jauh lebih murah harganya.

Sebenarnya, mengonsumsi saus sambal tentu boleh-boleh saja sebenarnya, asal kita yakin kalau saus yang kita telan adalah saus berkualitas baik.

Untuk itu, kenali dulu ciri-ciri saus sambal palsu yang pelan-pelan bisa membunuh Anda.

Yuk kita simak bersama-sama.

Baca Juga: Ingin Abadikan Momen Gerhana Bulan Total Pada 26 Mei Ini Menggunakan Smartphone? Ini Tips dari Fotografer Profesional

1. Saus sambal palsu biasanya lebih kental ketimbang saus sambal yang asli.

Saking kentalnya, biasanya kita harus menghentakkan botol tiap kali akan menggunakannya.

Sifat kental ini terjadi akibat penambahan pepaya muda ke dalam saus sambal palsu.

2. Saus sambal yang asli biasa terbuat dari cabai dan tomat.

Itu mengapa, warna saus yang wajar harusnya merah ke orange.

Baca Juga: 3 Minggu Cuma Makan Mie, Kondisi Kehamilan Felicya Angelista Dipertanyakan, Istri Caesar Hito Bagikan Kondisinya Kandungannya yang Kini Memasuki 4 Bulan

Sedangkan, yang palsu biasanya berwarna merah dan sangat mencolok.

3. Untuk rasa, saus sambal palsu terasa lebih ringan.

Itu sebabnya, banyak orang harus menggunakan saus sambal palsu dalam jumlah untuk mendapatkan rasa pedas dan asam yang diinginkan.

4. Melihat kemasan adalah cara paling mudah mengenali apakah saus sambal yang akan Anda konsumsi aman atau tidak.

Baca Juga: Masih Muda Sudah Jadi Pengusaha? Bisa! Ini 3 Kunci Suksesnya Sebelum Kamu Terjun Berbisnis

Jika sudah tertera nomor register dari Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM), maka saus tersebut sangat aman untuk kita konsumsi.

Namun sayangnya, banyak pedagang membeli saus sambal dalam bungkusan refill dan tinggal mengisinya berulang kali ke botol yang sama.

Jadinya, kita tidak bisa memastikan lagi apakah merek pada botol saus sambal sesuai dengan isinya.

Jika Anda penggemar saus sambal sejati, cara paling aman adalah membawa sendiri saus sambal dari rumah.

Memang agak repot, tapi tubuh akan lebih sehat dan pastinya terhindar dari aneka penyakit berbahaya.

Baca Juga: Padahal Makan 5 kali Sehari, Shanty Bikin Pangling Gagara Bobot Badannya Turun 18 Kilogram, Istri Denny Cagur Bongkar Dietnya

2. Kerupuk Oplosan

Kerupuk dan mi ayam memang pasangan paling klop.

Tapi sayang, kita seringkali tak tahu dari mana kerupuk yang kita makan berasal.

Soalnya, kini banyak beredar kerupuk oplosan di masyarakat.

Kita pun pasti pernah dengar kalau kerupuk ini dilapisi lilin supaya tetap renyah tahan lama.

Secara garis besar, pencampuran lilin dan plastik sendiri memang menguntungkan dari pihak penjual.

Baca Juga: Ngebet Istrinya Hamil Lagi, Atta Halilintar Suruh Aurel Hermansyah Diet hingga Sindir Sang Istri: Kamu Sekarang Ikut Sumo?

Dengan pencampuran tersebut, maka kondisi kerupuk akan lebih jernih dan renyah.

Bahkan ketahanan renyah akan lebih lama.

Bukan hanya itu, minyak yang di butuhkan untuk menggoreng juga lebih hemat dan sedikit.

Berhubung sekarang ini harga minyak memang sedang naik, sedangkan harga kerupuk juga tak mungkin selangit.

Pembeli dan penikmat kerupuk biasanya dari kalangan bawah menengah.

Itulah mengapa penjual memasukkan plastik dan lilin.

Baca Juga: Menikah Ketiga Kalinya, Ifan Seventeen Curhat Keluhkan Perilaku Citra Monica Ini Padahal Masih Pengantin Baru: Seolah-Olah Istri yang Teraniaya

Hal ini menguntungkan penjual dan menjauhkan dari kegagalan produksi.

Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika ada bahaya yang mengintai jika kita mengkonsumsi kerupuk dengan berlebihan seperti sebagai berikut.

Bahkan, kandungan polyvinyl chloride di dalam lilin dan plastik ini ternyata bukan hanya merusak hati, namun juga ginjal.

Dalam melakukan proses pembuangan racun atau detoksifikasi, jika zat yang dicerna terlalu berbahaya, akan meningkatkan kerja ginjal.

Baca Juga: Sempat Hamil dan Alami Keguguran, Aurel Hermansyah Alami Perubahan Ini pada Tubuhnya, Istri Atta Halilintar: Aku Sempat Kepikiran

Padahal jika anda membiarkan ginjal bekerja tidak sesuai mestinya, akan merusak sistem kinerjanya.

Parahnya hal ini akan adalah meningkatkan resiko penyebab gagal ginjal.

Bahan plastik yang masuk dalam tubuh, efek samping dalam jangka panjang adalah kemungkinan terkena penyakit kanker lebih besar.

Biasanya kanker akan menyerang pada bagian tubuh anda yang menjadi tempat pengendapan bahan plastik tersebut.

(*)

Artikel ini telah tayang di Sajiansedap.ID dengan judul Jadi Favorit, Jangan Pernah Makan Mi Ayam dengan 2 Tambahan Ini Kalau Masih Sayang Nyawa Anda! Stop dari Sekarang

Editor : Hinggar

Sumber : Sajian Sedap

Baca Lainnya