GridStar.ID - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar blak-blakan mengomentari soal kemungkinan lockdown akibat virus corona.
MelansirTribunWow.com, Haris Azhar menyebut pemerintah harusnya tak memusingkan soal hal tersebut.
Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/03), Haris Azhar mengimbau pemerintah segera ambil kebijakan yang tegas agar wabah Virus Corona segera teratasi.
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar dalam saluran YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/03). (YouTube Talk Show tvOne)
"Bahkan sebetulnya ciri-ciri lockdown parsial sudah dilakukan tetapi sifatnya hanya imbauan," terang Haris.
"Untuk memastikan ini supaya tegas menurut saya enggak bisa imbauan," tambahnya.
Menurut Haris, pemerintah harusnya menggunakan data korban corona dengan baik dan benar.
Data-data itu bahkan disebutnya bisa menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan kebijakan.
"Makanya saya bilang, di DKI ada datanya itu gunakan," terang dia.
"Masyarakat perlu tahu, negara ambil keputusan bukan ikut ingin tahu."
Tak hanya itu, ia bahkan menyebut pemerintah memiliki kekusaan penuh untuk mengatur cara penanganan Corona.
Termasuk membuat perintah penutupan semua bandara.
"Kalau negara dia punya power, dia punya kekuasaan, gunakan kekuasaan itu," jelas Haris.
"Bandara kalau mau tutup ya tutup, kan sudah ada tol kalau mau pergi ya pakai tol. Tapi dibatasi jadi enggak bisa pergi jauh-jauh."
Terkait hal itu, ia lantas mengimbau pemerintah untuk tak mengkhawatirkan perekonomian jika benar-benar memberlakukan lockdown.
Haris menyatakan, hal itu menjadi tugas besar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.
"Kalau memang mau dalam rangka menyelamatkan nyawa, menyelamatkan jiwa," kata Haris.
"Kalau memang takut sama gagap ekonomi gara-gara situasi ini makan itu tugasnya kementerian bidang ekonomi, kan ada Menkonya, suruh kerja keras dong dalam situasi ini," tandas Haris Azhar. (*)