GridStar.ID - Dilaporkan salah satu suspek kasus cacar monyet ditemukan di Pati, Jawa Tengah.
Saat ini satu kasus suspek cacar monyet tersebut telah dirawat di rumah sakit untuk ditangani sesuai dengan tata laksana kasus cacar monyet.
Pasien juga diketahui masih berstatus sebagai suspek dan akan menjalani pemeriksaan.
"Masih suspek dan dalam pemeriksaan lanjutan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dikutip dari Kompas.com
Dilaporkan pada Rabu (27/08) Kemenkes melaporkan ada 9 kasus dugaan cacar monyet.
Namun 9 kasus tersebut telah dinyatakan negatif dari infeksi virus cacar monyet.
Dikutip dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Cacar Monyet yang dikeluarkan oleh Kemenkes berikut gejala yang dialami pasien:
1. Masa invasi
Gejala awal yang dirasakan penderita cacar monyet akan dirasakan selama 0-5 hari.
Selama masa itu, penderita akan merasakan gejala seperti:
Baca Juga: Satu Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Diisolasi, Begini Cara Cegah Penularan Monkeypox
- Demam tinggi Sefalgia atau sakit kepala berat
- Limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening/limfe
- Myalgia atau nyeri otot
- Astenia atau badan lemas.
Gejala berikutnya yang akan muncul usai demam adalah ruam-ruam pada kulit yang terjadi selama 1-3 hari.
Ruam paling banyak muncul di sejumlah bagian tubuh, seperti:
- Wajah, yaitu sekitar 95 persen
- Telapak tangan dan kaki, 75 persen
- Mukosa, 70 persen
- Alat kelamin, 30 persen
- Selaput lendir mata sekitar 20 persen.
Cara penularan cacar monyet
Penularan virus cacar monyet ke masnusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan, manusia yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi virus tersebut.
Cacar monyet antar manusia tidak menular secara mudah menular.
Penularan dari manusia ke manusia dapat melalui kontak erat.
Berikut cara penularan cacar monyet, baik dari hewan ke manusia atau sesama manusia:
1. Transmisi dari hewan ke manusia
- Kontak langsung dengan darah hewan, seperti monyet, tikus, atau tupai
- Cairan tubuh
- Lesi kulit atau lesi mukosa dari hewan yang terinfeksi
- Daging hewan liar yang terinfeksi (bush meat) juga dapat menjadi rute penularan penyakit.
2. Transmisi dari manusia ke manusia
- Kontak langsung melalui darah, cairan tubuh, dan lesi kulit atau mukosa
- Saluran napas, berupa kontak erat dalam waktu lama
- Inokulasi melalui mikrolesi pada kulit seperti gigitan atau goresan
- Penularan ibu ke bayi melalui plasenta.
Masih dilansir dari sumber yang sama, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit cacar monyet, di antaranya:
- Mengurangi risiko penularan dari hewan ke manusia
- Hindari kontak langsung atau provokasi hewan penular monkeypox yang diduga terinfeksi cacar monyet
- Hindari mengonsumsi atau menangani daging yang diburu dari hewan liar (bush meat)
- Membiasakan mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar
- Menggunakan APD lengkap saat menangani hewan terinfeksi
- Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala dan menginformasikan riwayat perjalanannya
Pencegahan risiko penularan dari manusia ke manusia
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
- Menghindari kontak tatap muka /kontak fisik dengan siapa saja yang memiliki gejala atau barang terkontaminasi
- Menggunakan APD sesuai saat merawat penderita. (*)